logoblog

Cari

Tutup Iklan

Poteng Jaje Tujak dan Iwel, Legit

Poteng Jaje Tujak dan Iwel, Legit

Tidak seperti di daerah-daerah lainnya yang mengkonsumsi ketupat pada saat lebaran, di Lombok, Nusa Tenggara Barat lain lagi. Mereka lebih sering

Kuliner Tradisional

fani kristianto
Oleh fani kristianto
17 Desember, 2013 11:42:29
Kuliner Tradisional
Komentar: 0
Dibaca: 5277 Kali

Tidak seperti di daerah-daerah lainnya yang mengkonsumsi ketupat pada saat lebaran, di Lombok, Nusa Tenggara Barat lain lagi. Mereka lebih sering menghidangkan Poteng Jaje Tujak yakni sejenis tape yang diolah menjadi makanan ringan dan disediakan saat satu minggu setelah lebaran alias pada hari raya ketupat. Tak heran jika saat bersilaturahmi mengunjugi saudara setelah lebaran, Poteng Jaje Tujak selalu ada di rumah-rumah dan menjadi hidangan wajib. Selain Poteng Jaje Tujak, ada Iwel yang juga menjadi jajanan khas masyarakat Lombok.

Hidangan Poteng Jaje Tujak ini terdiri dari 2 makanan yakni “poteng” atau “tapai” dan “jaje tujak” atau di Jawa sering disebut “tetel”. Bahan poteng menggunakan ketan putih. Untuk membuat satu loyang atau sekitar 5 piring nasi ketan kita membutuhkan 1 kg ketan yang harganya Rp. 15 ribu/kg. Ketan, daun suji sebagai pewarna dan daun pandan sebagai pewangi dikukus selama 1,5 jam. Nasi ketan yang sudah matang diangin-anginkan di nampan atau kleong (bahasa Sasak) sekitar 1 jam. Lalu dipindah ke dalam panci dan ditaburi ragi agar menjadi tapai. Ketan lantas ditutup dengan daun pisang dan selanjutnya ditaruh panci yang tertutup rapat hingga 3 hari sampai menunggu jadinya poteng. Sedangkan Jaje Tujak terbuat dari ketan putih 1 kg yang dikukus bersama parutan kepala agak muda setengah butir. Ditambahkan garam secukupnya untuk memberi rasa agar tidak hambar. Setelah 1,5 jam dianggap matang, dalam kondisi panas adonan ditumbuk di dalam lumpang sampai lembut hingga mudah dibentuk di loyang. Kemudian dipotong-potong sesuai keinginan.

Menurut kepercayaan setempat, yang membuat poteng harus dalam keadaan suci yakni tidak sedang haid. Sebab jika yang membuat sedang datang bulan bisa merusak poteng. Sebaiknya, pembuatan poteng, khususnya saat akan menaburkan bubuk tape ketan dilakukan setelah selesai salat sehingga masih dalam kondisi suci atau berwudhu.

 

Baca Juga :


Selain Poteng Jaje Tujak, ada Iwel. Walaupun tidak menjadi hidangan wajib pada saat lebaran, namun kue ini sangat populer. Kue yang berbahan baku ketan hitam ini biasanya sering disajikan saat upacara tradisi masyarakat setempat. Bahan baku Iwel adalah ketan hitam, kelapa dan gula merah. Cara membuatnya adalah ketan hitam disangrai hingga matang dan sedikit mengeluarkan aroma “gosong”. Ketan kemudian ditumbuk atau diolah dengan mesin untuk dibuat tepung. Sementara kelapa yang sudah dipisahkan dari tempurungnya, dipanggang hingga agak gosong. Selanjutnya diparut dengan manual atau mesin. Sedangkan gula merah direbus dengan air hingga kental kemudian didinginkan. Setelah cairan gula kental dingin, dicampur dengan tepung ketan hitam tersangrai dan parutan kelapa panggang hingga membentuk adonan, adonan tersebut dikukus hingga matang. Sesudah matang, adonan yang sudah dikukus, ditiriskan di atas papan yang cukup menyerap air dan uapnya dibiarkan lepas tanpa membuat embun. Papan ideal untuk meniriskan biasanya berupa anyaman bambu. Kue ini tahan hingga 5 hari tanpa dihinggapi jamur. Rasanya manis dan legit. Berbeda dengan beberapa olahan khas Lombok yang cenderung pedas.



 
fani kristianto

fani kristianto

xproject
Born: February 20-1967, Aberdeen Washington, USA
Guitar: Fender-Mustang, Jaguar, Stratocaster, Telecaster
Amplification: MesaBoogie Preamp, Sunn-Beta LeadHead, 4X12 Peavey
Pedals: BOSS DS1-DS2, Tech 21 Sansamp C, Orange

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan