logoblog

Cari

Sejarah Masakan Dan Makanan

Sejarah Masakan Dan Makanan

(KM.Sarangge ) Makanan atau pangan merupakan salah satu dimensi kehidupan manusia sebagai mahkluk hidup. Namun berbeda dengan binatang dan tumbuhan, urusan

Kuliner Tradisional

KM. Sarangge
Oleh KM. Sarangge
08 Maret, 2014 07:30:42
Kuliner Tradisional
Komentar: 0
Dibaca: 14471 Kali

(KM.Sarangge) - Makanan atau pangan merupakan salah satu dimensi kehidupan manusia sebagai mahkluk hidup. Namun berbeda dengan binatang dan tumbuhan, urusan pangan manusia tidak hanya dipengaruhi oleh faktor2 lingkungan hidup semata seperti cuaca, kondisi tanah, gen. Namun juga oleh hal-hal lain seperti estetika, kultur, sosial, religi, bahkan politik, sebagai refleksi akan bagaimana suatu mahkluk cerdas mengolah apa yang dia dapat dari alam.

 Berbicara mengenai mengolah pangan, maka kita berbicara mengenai memasak suatu makanan, dan makanan yang dimasak disebut masakan. Awalnya cara memasak tertua dikenal sampai saat ini adalah membakar. Tidak ada yang tahu persis bagaimana manusia purba menemukan teknik ini, namun para ahli menduga bahwa mungkin manusia purba menemukannya dari ketika mereka memakan daging hewan yang mati dalam kebakaran hutan.

 
Teknik pembakaran dan pemanggangan di atas bara api sendiri bisa ditemukan mulai dari masyarakat yang paling terisolir dan primitif sampai manusia modern. Namun kelihatannya, kunci untuk memasuki fase variasi memasak yang lainnya, muncul ketika manusia menggunakan tanah liat untuk alat memasak (pot masak). Dengan penemuan tanah liat, dan juga dengan teknik memasak dengan batu, manusia menemukan cara2 lain seperti merebus dan mengasap.


Diperkenalkanya metalurgi juga membuka cara-cara baru dalam memasak, seperti menggoreng. Bangsa Mesir Kuno dipercaya menemukan proses menggoreng sekitar 2500 SM, dan sebelumnya sudah memasuki zaman tembaga pada 3300 SM, dan menggunakan besi sejak 2900 SM.

 

Baca Juga :


 
Hubungan dagang dan penjajahan dalam sejarah juga membantu proses diperkenalkannya fauna, flora, serta cara memasak ke negara-negara yang berbeda. Hal ini mendorong munculnya modifikasi-modifikasi dalam memasak. Selain itu faktor pendukung modifikasi yang lain adalah perubahan alam. Bangsa-bangsa yang terpaksa berpindah tempat ke lokasi dengan kondisi alam baru karena bencana alam, atau menanam tanaman pangan jenis baru akan pula terdorong untuk merubah cara memasak dan bahan-bahan yang diperlukan. Pengenalan budaya dan agama juga bisa menyumbang ke perubahan ini, seperti pada ajaran Islam yang melarang makan babi. (03)



 
KM. Sarangge

KM. Sarangge

Pelopor Kampung Media di Kota Bima. Menyuguhkan Informasi Kampung Yang Tak Kampungan. Ketua Komunitas Dedy Kurniawan.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan