logoblog

Cari

Lezatnya Doco Kadui

Lezatnya Doco Kadui

Bima, KM Sarei Ndai.- Lain lubung lain pula ikannya, lain daerah lain pula jenis makanannya. Pribahasa itu meski beda arti namun itulah

Kuliner Tradisional

KM Sarei Ndai
Oleh KM Sarei Ndai
13 Maret, 2014 09:27:51
Kuliner Tradisional
Komentar: 0
Dibaca: 19535 Kali

Bima, KM Sarei Ndai.-

Lain lubuk lain pula ikannya, lain daerah lain pula jenis makanannya. Peribahasa itu meski beda arti namun itulah adanya dengan makanan kesukaan orang Bima. Doco Kadui yang dalam bahasa Indonesia lebih-kurang berarti sambal terong (Doco= sambal mentah, Kadui-Terung) adalah sejenis sambal mentah yang terbuat dari berbagai buah dan dedaunan yang ada di lokasi persawahan Bima. Doco Kadui sangat diminati terutama oleh kalangan masyarakat pedesaan.

Sambal yang rasanya bisa menghabiskan nasi dalam jumlah banyak itu biasa di konsumsi masyarakat saat mereka melakukan pertanian di sawah. Bahannya utamanya yakni, terong kecil-kecil seukuran kelereng, pohonnya tidak terlalu tinggi hanya sekira 30cm – 40cm. Biasanya pohon terong jenis itu berduri dan tumbuh liar di area persawahan Bima. “Biasanya buah terong jenis itu akan terasa gatal jika dimakan begitu saja,” kata Jaenab, petani Bima ditemui KM Sarei Ndai, Rabu.

Agar bisa dikonsumsi, sebelumnya terong diiris kecil-kecil, lalu diremas dengan campuran garam. Hal itu, untuk menghilangkan zat yang bisa membuat gatal lidah saat dikonsumsi. Petani di wilayah itu, kata Jaenab, biasanya dicampur dengan tomat, bawang merah dan cabe. Lalu ditambah garam dan penyedap rasa secukupnya. “Jangan lupa daun kemanginya. Wajib itu, karena akan ada aroma khasnya,” ingatnya.

Pasangan makan dari sambal jenis itu yang paling tepat adalah ikan kering. Untuk kelezatan tersendiri, ikan kering tidak perlu digoreng, cukup dibakar setemgah matang kemudian siap dikonsumsi. “Enak bangat. Kita sudah biasa dengan makanan ini. Mungkin bagi orang di luar daerah (yang tidak biasa) tidak enak, tapi bagi kita, ini merupakan makanan hampir setiap hari,” katanya.

 

Baca Juga :


Selain berbagai jenis campuran Doco Kadui, bisa juga ditambah dengan dedaunan muda yang ada di sekitar hutan wilayah bima. Hal itu, akan menambah kenikmatan saat bersantap.

Kata Jaenab, entah kapan orang Bima mulai memiliki ide mengonsumsi Doco Kadui. Namun, yang jelas, sambal mentah itu sudah biasa dikonsumsi sejak nenek moyang mereka. Diakuinya, untuk membuat sambal tersebut tidak sulit. Apalagi, tumbuhan Kadui bisa tumbuh liar di sekitar persawahan warga. “Dicoba dulu Pak, pasti ketagihan,” ajaknya, menggoda selera. (Yad) 2



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan