logoblog

Cari

"Cerorot" Makanan Suku Sasak, Unik dan Lezat

Kuliner Indonesia memang tidak ada habis-habisnya untuk dicoba. Berbagai makanan unik dan khas dimasing-masing daerah membuat Negara yang terdiri dari  ribuan

Kuliner Tradisional

Yas Arman Al Yhok
Oleh Yas Arman Al Yhok
12 Maret, 2015 11:52:36
Kuliner Tradisional
Komentar: 2
Dibaca: 113465 Kali

Kuliner Indonesia memang tidak ada habis-habisnya untuk dicoba. Berbagai makanan unik dan khas dimasing-masing daerah membuat negara yang terdiri dari ribuan pulau ini membuktikan begitu banyak suku dan ras yang tergabung didalamnya.

Salah satu kuliner yang cukup nikmat dan lezat di Lombok adalah Jaje (kue) Cerorot. Kue ini merupakan salah satu kue tradisional suku Sasak yang ada di Pulau Lombok. Cerorot merupakan jajanan unik yang rasanya sangat lezat dan bentuknya yang unik. Entah bagaimana sejarahnya sehingga bentuknya seperti terompet mini, hanya para nenek moyang suku sasak yang tahu.

Cara membuat kue ini cukup mudah, dimulai dari membuat cetakan dari janur atau daun kelapa muda yang dililit sehingga menyerupai kerucut atau terompet. Bahan yang digunakan dalam pembuatan kue ini sangat simpel yakni tepung beras, gula merah dan santan kelapa.

Pembuatan Cerorot ini dimulai dengan mencampur tepung beras, gula merah dan santan untuk kemudian diaduk hingga menyatu diantara tiga bahan tersebut. Adonan yang sudah tercampur tadi dimasukkan kedalam cetakan yang sudah disiapkan.

Setelah itu proses selanjutnya adalah pengukusan. Cerorot yang sudah siap dalam cetakan dimasukkan kedalam panic yang bentuknya agak tinggi. Panci tersebut diisi air secukupnya untuk kemudian cetakan Cerorot diletakkan di atas tatakan yang berlubang kecil-kecil dalam panci, karena uapa air yang mendidih itulah yang menjadikan Cerorot itu matang.

Untuk memasak, sebagian Suku sasak masih mengggunakan tungku yang terbuat dari tanah liat yang disebut “Jangkih”. Dengan menggunakan kayu bakar kering dan waktu memasak sekitar 30 menit dan Cerorot dinyatakan matang.

 

Baca Juga :


Sebagian Suku Sasak masih mempertahakan tradisi leluhurnya dengan menggunakan tungku tanah liat alias jangkeih ini dalam memasak di dapur. Dengan menggunakan kayu bakar kering membuat sajian makanan terasa lezat, gurih, nikmat dan alami

Yang menarik pada Cerorot ini adalah cara makannya yang berbeda dan unik dengan makanan lainnya. Ambil satu buah cerorot letakkan diantara kedua tangan seperti posisi bertepuk, kemudian dipelintir. Cerorot itu kemudian akan menyembul perlehan kepermukaan, sedangkan kulitnya akan mengerucut kebawah, sehingga tak berceceran.

Biasanya Cerorot ini disajikan saat ada pesta perkawinan atau begawe, sebagai simbol pengantin lelaki, karena warnanya coklat sawo matang dan bentuknya yang lonjong mengerucut. Sesuai perkembanghan zaman, kini Cerorot dapat dijumpai diwarung dan pasar tradisional bahkan sudah masuk di mal dan toko modern lainnya.[] - 05



 
Yas Arman Al Yhok

Yas Arman Al Yhok

Baca yang seharusnya diBaca Fikir yang seharusnya diFikirkan Kerja yang seharusnya diKerjakan Kampung Medianya PMII admin @Yas Arman Al Yho Baca-Fikir-Kerja

Artikel Terkait

2 KOMENTAR

  1. Yas Arman Al Yhok

    Yas Arman Al Yhok

    13 Maret, 2015

    Permasalahan kita sebagai suku sasak hari ini adalah tentang moderenisme bang, seringkali kita semua terjebak akan semua itu, lihat saja anak-anak yang hari ini lebih suka memakan hamberger dari pada apem bang, ketika makan apem malahan mereka membuangnya lalu sampai kapan tradisi leluhur kita akan tetap bertahan bang,,,? jika semua itu akan terjadi


  • KM Kaula

    KM Kaula

    13 Maret, 2015

    kue cerorot memang eeenak sekali.juga sangat khas dan sedikit unik.mari terus pertahankan segala produksi local sekalipun itu banyak diklaim kolot, ingat perbendaharaan itu berada pada hal kolot.


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     
    Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan