logoblog

Cari

Bantal Gapuk, Kuliner Jalan

Bantal Gapuk, Kuliner Jalan

Aneka ragam makanan tradisional Lombok telah dijadikan sebagai kuliner jalan. Salah satunya adalah bantal Gapuk yang telah menjadi kuliner jalan di

Kuliner Tradisional

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
26 September, 2015 09:05:40
Kuliner Tradisional
Komentar: 0
Dibaca: 59630 Kali

Aneka ragam makanan tradisional Lombok telah dijadikan sebagai kuliner jalan. Salah satunya adalah bantal Gapuk yang telah menjadi kuliner jalan di jalan poros Anjani Lombok Timur. Keberadaan bantal Gapuk sebagai jajanan khas Lombok telah muncul sejak beberapa tahun silam. Hal ini sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat setempat khususnya pada pedagang kuliner bantal Gapuk, begitupun hal-hal lain yang terkait usaha tersebut seperti penjual daun aren, pedagang beras ketan, kelapa, pisang dan lain-lain.

Kue atau jajan tersebut diatas memiliki bentuk seperti layaknya bantal tidur, sehingga disebut sebagai kue bantal. Kue ini awal mulanya di produksi di desa Gapuk sehingga dikatakan kue bantal Gapuk.

Adapun cara pembuatan kue bantal tersebut yaitu dengan menyiapkan bahan-bahan seperti beras ketan 1 kg, pisang 1 sisir, kelapa 1 buah, daun aren secukupnya, dan alat pengikat yang terbuat dari daun aren. Setelah bahan-bahan tersebut lengkap maka awal proses pembuatannya dengan membersihkan beras ketan. Selanjutnya, beras ketan tersebut dicampur dengan parutan kelapa, lalu kemudian dimasukkan kedalam daun aren yang sudah di bentuk persegi empat.

Untuk pisang, terlebih dahulu di potong memanjang kemudian dibelah dua. Lalu kemudian setiap potongan tersebut di masukkan ke dalam kotakan daun aren yang sudah di masukkan beras ketan yang di campur parutan kelapa.

 

Baca Juga :


Agar kotakan daun aren tersebut kuat maka di ikat dengan pengikat yang terbuat dari daun aren. Dan diusahakan pengikat tersebut memiliki ujung yang panjang (lebih)  dengan tujuan untuk menyatukan ujung pengikat dari kue bantal lainnya. Setelah itu, dari jumlah kotakan kue bantal yang terdiri dari 12 biji tersebut barulah disatukan kemudian diikat dan di berikan gantungan yang terbuat dari daun aren.

Setelah proses pembuatan tersebut di atas, kue bantal yang telah di ikat di masukkan kedalam panci yang berisi air untuk proses perebusan. Proses perebusan tersebut biasanya berlangsung tiga sampai empat jam. Bagi pedagang kuliner kue batal yang ada di jalan poros Anjani mengharagi satu ikatan bantal yang terdiri dari 12 biji tersebut di berikan harga Rp. 15.000. Dengan harga tersebut para konsumen dapat menjangkau jajanan tersebut sehingga  tentu mempengaruhi tingkat perekonomian pedangang yang ada di sepanjang jalan tersebut. () -05



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085333838169, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan