logoblog

Cari

Kuliner Khas Lombok Timur

Kuliner Khas Lombok Timur

  KM. Sajang Bawak Nao _ Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani juga termasuk di wilayah Kabupaten Lombok Timur (lotim). Pun beberapa wisata

Kuliner Tradisional

KM. Sajang Bawak Nao
Oleh KM. Sajang Bawak Nao
29 Juli, 2016 07:38:01
Kuliner Tradisional
Komentar: 0
Dibaca: 68055 Kali

KM. Sajang Bawak Nao _ Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani juga termasuk di wilayah Kabupaten Lombok Timur (lotim). Pun beberapa wisata pantai yang terkenal seperti Pantai Pink, Pantai Surga, atau Pantai Kaliantan yang menjadi lokasi agenda rutin tahunan Pesta Rakyat Bau Nyale. Bagaimana dengan kulinernya? Ini dia 5 jenis kuliner yang wajib dicoba saat berkunjung ke Lombok Timur.

Sate Pusut

Sate Pusut a la Lombok Timur

Kalau googling, sate pusut juga banyak terdapat di beberapa daerah lain seperti Bali dan Sumbawa. Namun, sate pusut a la lotim bahan utamanya justru daging sapi yang sudah dihaluskan dan pastinya parutan kelapa muda yang memberikan rasa segar yang khas, bukan gilingan halus ikan tertentu. Misal, ikan tuna untuk sate pusut a la Bali. Irisan tipis daun jeruk juga biasanya ditambahkan atau juga irisan halus cabe merah besar. Sate pusut yang dibakar jauh lebih terasa sedapnya daripada yang digoreng. Paduan rasa daging sapi, parutan halus kelapa muda dan irisan tipis daun jeruknya terasa sangat lezat. Pilihan digoreng biasanya hanya agar lebih praktis dan cepat saji. Namun, dibakar atau digoreng, paduan bumbu rempah-rempah dan bahan-bahan utama sate pusut tetap lezat.
Ares

Ares, sayur batang pisang muda dengan kuah santan. Yummy..

Ini bukan saudaranya Herkules dari mitologi Yunani lo ya, tapi salah kuliner khas Lombok, termasuk lotim. Meski sudah disediakan sebagai menu pilihan di beberapa resto keluarga yang menawarkan menu-menu khas lokal Lombok, ares jarang dimasak sebagai menu harian keluarga. Apa pasal? Proses masaknya memang cukup merepotkan. Bahan utama sayur berkuah santan ini adalah batang termuda dari pohon pisang. Posisi batang termuda yang terletak di bagian tengah pohon membuat pelepah-pelepah terluar menjadi sampah yang jarang digunakan lagi. Maksimal ya cuma dipotong-potong untuk menjadi alat bantu membakar sate. Kalaupun tidak memasak sate, jadilah pelepah-pelepah ini dibuang begitu saja. Berikutnya, memotong-motong batang pisang muda ini sekecil mungkin. Biasanya seukuran potongan kentang di gerai-gerai fried chicken atau bulat jika batang pisangnya sangat muda. Kemudian, proses mendapatkan santan dari beberapa butir kelapa tua. Untuk masakan rumahan, santan instan bisa jadi opsi yang meringankan. Tapi ya, taste gurihnya pasti berbeda. Dus, colesterol value-nya..:P

Aneka Jajanan Basah
Yang pernah berlebaran di Lombok, pasti jamak dengan jajanan satu ini. Yak! Jaje tujek dan poteng. Duo jajanan yang tidak afdol jika tidak dinikmati bersamaan. Meski bahan dasarnya sama-sama beras ketan, taste-nya memang ditakdirkan untuk berbeda dan wajib disantap bersama.
Jaje tujek merupakan kue basah, hasil tumbukan halus (tujek:tumbuk – Sasak) kukusan beras ketan putih dan parutan kelapa muda tanpa kulit. Campuran sedikit beras pulen kualitas super (Rojolele, IR4 dan sejenisnya) dan kelapa muda yang kulit dagingnya dibersihkan baru diparut, memastikan jaje tujek akan putih bersih dan pulen sempurna. Pastinya harus dikukus sampai matang yaaa.

Jaje Tujek dan Poteng, duo kuliner yang wajib dicoba.

 

Baca Juga :


Poteng atau tape ketan. Bahan utama yang sama, yaitu beras ketan yang juga dikukus setengah matang dan ditaburkan ragi serta diinapkan beberapa malam. Rasa manis poteng bisa didapatkan dengan memastikan beras ketan yang digunakan juga bagus, dibersihkan dengan baik serta komposisi yang pas dengan ragi yang diberikan. Sedikit mitos di proses pengeraman poteng, menancapkan satu buah cabe rawit matang ditengah-tengah wadah pengeraman, dipercaya memberikan rasa manis yang lebih kuat saat menjadi poteng nanti..Wallahu’alam.

Tiga jajanan lainnya yang sengaja saya beli pagi tadi di bakul sayur langganan, yaitu Pelemeng, Bantal dan Kerake. Pelemeng dan Kerake juga dari bahan dasar ketan. Namun, pelemeng adalah olahan ketan paling minimalis. Yang memberikan rasa khas justru dari campuran bahan minimalis tersebut, dibungkus daun pisang dengan packing lonjong panjang, kemudian dibakar. Kerake sendiri dari bahan tepung ketan dengan rasa manis dari gula merah atau gula aren. Yang unik di packing-nya. Dibungkus daun jagung kering kemudian diikat menyerupai ikatan pocong! Jadilah kue satu ini juga terkenal sebagai kue pocong. Syukurnya, pocong yang yummy yaaaa..^_^

Kue Bantal dan kue Kerake

Terakhir, bantal. Iyak. Cara mengikatnya membuat bentuknya memang mirip seperti bantal untuk tidur. Kotak, memel (memel:montok) dan empuk. Terbuat dari beras ketan juga, isiannya biasanya antara pisang raja matang atau kacang-kacangan (paling sering biji kacang panjang tua-Tolang Antap-Sasak). Saya sendiri hampir cinta mati dengan bantal yang isinya pisang raja matang. Susah untuk tidak histeris setiap temukan bantal yang satu ini. Oia, kue bantal, ukurannya tetap tidak bisa menggantikan bantal untuk tidur yak. Even untuk bayi sekalipun

kue Kerake

Kuliner diatas, kecuali sayur Ares, bisa ditemukan harian di pasar tradisional di kota Selong, Lombok Timur. Tepatnya di Pasar Pancor, menyatu dengan Terminal Pancor dimana damri yang jalur pp-nya ke Selong-BIL (Bandara Internasional Lombok) mangkal setiap hari. () -01

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan