logoblog

Cari

Kuliner Pecel Enak di Selong

Kuliner Pecel Enak di Selong

Assalamu’alaikum Wr Wb. Selamat siang sahabat, bagaimana kabar kalian? Sudah berapa hari kita tidak bersua, ya? Semoga kalian tidak pernah bosan

Kuliner Tradisional

Muhammad Madun Anwar
Oleh Muhammad Madun Anwar
19 Maret, 2017 19:04:09
Kuliner Tradisional
Komentar: 0
Dibaca: 46552 Kali

Assalamu’alaikum Wr Wb. Selamat siang sahabat, bagaimana kabar kalian? Sudah berapa hari kita tidak bersua, ya? Semoga kalian tidak pernah bosan dengan postinganku di sini. Sangat bahagia jika sahabat antusias dengan isi postingan yang aku post. Jika demikian, terima kasih banyak. Berkat kalian, statistik akun Kampung Media-ku semakin bertambah. Sempat berpikir, kenapa aku tidak sering-sering post di sini saja, ya? Tapi tidak apa-apa, setiap orang memang memiliki sikap yang tidak konsisten – selalu berubah-ubah, tidak terkecuali aku. Namanya manuisa biasa, kan?

Baiklah. Untuk kesempatan siang ini, seperti janjiku kemarin, aku akan memposting perjalan kulinerku. Jadi, ini adalah penebus dari janjiku itu. Maka, aku bisa dikatakan lunas, ya. Nah, kulinerku kali ini tentang pecel. Pecel yang ini, bagiku beda dari yang lain. Tidak ada duanya. Mungkin ada, tapi aku belum menemukannya. Selama mencicipi pecel, ini memang menurutku yang enak. Di rumah memang enak, tapi ini lebih enak. Di rumah malah kadang buat pecelnya, kalau yang ini, setiap hari bisa dicicipi. Maklum, kan ini dijual. Jadi, jangan heran, ya? Hehe.

Pecel ini sebenarnya simpel sekali. Aku saja bisa membuatnya. Tapi ya itu, apa akan seenak pecel ini. Perbedaan pasti ada di bumbunya. Bumbu-bumbu orang memang memiliki rahasia tersendiri. Setiap penjual memang begitu. Aku percaya bagian yang ini. Makanya, tidak heran jika ada penjual yang merahasiakan resepnya. Namun, bagi penjual yang baik hati dan tidak sombong, biasanya akan senang hati berbagi. Hitung-hitung bisa berbagi rizki. Dapat pahala pula.

Apa saja bahan-bahan pecel ini? Seperti yang aku katakana tadi, sangat simpel sekali. Seperti pecel pada umumnya. Sahabat mau tahu? Ini: lontong alias topat, kangkung dipotong-potong kecil (bisa diganti sawi), togek, dan tidak lupa bumbu pecelnya. Jika sudah siap, silahkan dinikmati. Bagian enaknya adalah bumbunya. Aku suka sekali dengan pecel ini. Padahal, awalnya aku tidak niat beli sama sekali. Tapi, ketika ada teman yang pesan, tiba-tiba pecel ini membuat aku tergiur, akhirnya aku pesan juga. Dan alhamdulillah, rasanya tidak mengecewakan sekali.

Satu porsi berkisar 5 atau 7 ribu. Aku tidak tahu pasti karena model bayar yang aku lakukan yaitu digabung. Sambil makan pecel, tidak lupa aku pesan es teh juga. Teman lainnya pesan kopi pahit dan rokok. Jadi, tidak tahu pasti berapa harganya. Rokok? Temanku itu memang tidak lepas dari yang namanya rokok. Aku tidak merokok. Tidak berani menyentuh rokok. Bukan apa-apa, itu murni karena aku tidak mampu beli. Bagi perokok biasanya berusaha beli setiap hari. Nah, aku? Tidak ada uang untuk itu semua. Beli permen saja masih mikir? Aku bukan pelit, ya. Ini juga murni karena penghasilan yang tidak stabil.

Baiklah. Lupakan tentang rokok itu. Intinya, lain kali aku akan bertanya harga seporsi pecel. Di mana beli pecelnya? Ini bagian yang teramat penting. Tidak enak kan aku rekomend tapi lokasi tidak aku beri tahu. Oke! Bagi sahabat yang ingin beli pecel ini, kalian cukup datang ke kantor DINAS Lombok Timur, lokasinya di Selong. Bagi kalian yang tidak tahu, datang saja ke Selong. Lokasinya sangat berdampigan dengan kantor Bupati. Kalian belum tahu? Ini aku sedikit selipkan urutan keberadaannnya: Rumah Sakit Selong – Kantor Bupati – Kantor Pajak – Kantor Pos – KODIM – DINAS – DEPAK. Yang jualan ada di dalam kantor DINAS. Posisinya di dekat musola, berdampingan dengan tembok KODIM. Pada awalnya aku tidak tahu tempat ini. Padahal, aku berapa kali ke DINAS. Mungkin karena aku tidak memperhatikan.

 

Baca Juga :


Apa sahabat tertarik mencoba pecel ini? Mungkin sahabat beranggapan aku berlebihan. Baik, aku terima. Ini memang caraku untuk mereview kulinar yang pernah aku coba. O ya, karena aku ingin mencoba lagi pecel ini, aku juga kemarin ke DINAS. Tapi sayang, saat itu penjualnya tidak ada. Mungkin libur, atau ada hal lain. Aku ingin tanya-tanya tentang resep bumbunya. Soalnya aku suka sekali dengan bumbunya. Begitu lembut dan manis. Selain manis, boleh juga ditambahkan sambal agar ada rasa pedasnya. Bagi sahabt yang tidak suka pedas, cocok dengan pecel ini.

Akhirnya, aku rekomend sahabat untuk mencoba pecel ini. Jika sahabat berlibur dan ada hal sehingga ke Lombok Timur, boleh sekali mampir ke sini. Namun catatannya, usahakan gunakan pakaian yang rapi, ya. Posisi penjual pecel ini kan ada di dalam kantor DINAS, jadi tidak boleh sembaranga yanga datang.

Akhir kedua kali. Aku berharap penjualnya tetap bertahan jualan di sini. Aku berharap juga, pecel dan sahabatnya yang lain (dijual) bisa laku. Amin. See you sahabat. Tunggu kuliner selanjutnya, ya. Doakan aku sehat selalu agar bisa mencicipi makanan yang enak-enak di Lombok tercinta kita ini. Hehe.() -01



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan