logoblog

Cari

Tutup Iklan

Kerupuk Sehat Baru dan Unik

Kerupuk Sehat Baru dan Unik

Kerupuk sejatinya telah menjadi makanan ringan yang sangat populer bagi masyarakat . Di kalangan masyarakat, makanan kerupuk tidak memandang tingkat perekonomian

Kuliner Tradisional

Muhammad Ramli
Oleh Muhammad Ramli
03 Mei, 2017 16:10:25
Kuliner Tradisional
Komentar: 0
Dibaca: 3136 Kali

Kerupuk sejatinya telah menjadi makanan ringan yang sangat populer bagi masyarakat . Di kalangan masyarakat, makanan kerupuk tidak memandang tingkat perekonomian karena kerupuk memiliki daya tarik tersendiri bagi penikmatnya bahkan ada sebagian orang yang tidak bisa jauh dari kerupuk ketika makan. Bagi masyarakat Lombok, kerupuk  sangat identik dengan  begawe  (syukuran) karena tradisi yang berlaku di Lombok ketika ada keluarga yang begawe seperti nikahan atau walimatul’arsy (perpisahan haji), para ibu rumah tangga biasanya membawa beras atau jajanan yang kemudian nanti akan ditukar dengan nasi atau jajanan. Khsusus untuk acara pernikahan, bakul (gensoran) biasanya diisi pakai jajanan  yang di dalamnya sudah barang tentu kerupuk merupakan salah satu jenis makanan yang tidak terlupakan.

Kerupuk dari kaca mata komposisi pembuatannya, disamping adanya bahan dasar berupa tepung terigu, tepung kanji,  juga dilengkapi dengan soda yang berfungsi sebagai pengembang. Kita tahu bersama bahwa soda memiliki unsur kimia NaOH  (Natrium dioksida) berdampak tidak baik pada kesehatan bila terlalu sering dikonsumsi. Menurut hasi penelitian yang telah dilakukan oleh University of Texas Health science center bahwa terlalu banyak mengkonsumsi soda dapat menyebabkan kelebihan berat badan (overweight). Penelitian lain yang dilakukan oleh Miami menemukan bahwa mereka yang sering mengkonsumsi soda memiliki resiko 44% mengalami serangan jantung dibantingkan mereka yang tidak mengkonsumsi makanan yang bersoda. Dan beberapa dampak yang lainnya seperti penurunan PH kulit yang menyebabkan mudahnya muncul jerawat dan penuaan wajah yang lebih dini, juga dapat berdampak pada diabetes dan yang paling mudah dirasakan adalah berpengaruh pada keadaan psikis seseorang (mood). Meskipun memang kadar soda yang digunakan untuk membuat kerupuk sangat sedikit, namun jika kuantitas dari kerupuk tersebut banyak dan frequensi mengkonsumsinya cendrung sering, maka dihkawatirkan akan berdampak tidak baik pada kesehatan kita selaku konsumen seperti dampak-dampak tersebut.  

Berbeda dengan kerupuk yang dibuat di salah satu Dusun yang ada di Desa Rensing Bat Kecamatan Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur. Kerupuk  diproduksi tanpa pengembang seperti yang disebutkan sebelumnya. Lantas bagaimana kerupuk ini bisa mengembang ketika digoreng?  Pengganti soda kerupuk yang diproduksi ini menggunakan rumput laut, yang kemudian disebut “kerupuk rumput laut sehat tanpa soda”. Kerupuk tersebut memiliki beberapa varian rasa yakni rasa seledri, rasa pedas, rasa bawang, rasa udang dan rasa ikan.

Mengingat jenis kerupuk yang unik dan masih langka ini khususnya di Kabupaten Lombok Timur, banyak kemudian masyarakat yang berminat untuk mencobanya, terbukti dengan antusiasme pelanggan yang membeli kerupuk tersebut. Saat ini pelanggan sudah tersebar ke Mamben Pringge Sele, Palung-Sakra, Montong Gading, Pancor kecamatan Selong, Lowang sawak Kecamatan Labuhan Haji, bahkan pengiriman sampai ke luar pulau Lombok yakni ke Sumbawa dan Malaysia.  Melihat  luasnya penyebaran kerupuk ini, saat ini distribusi sudah mulai merambah ke pasar-pasar modern salah satunya adalah KP Mart yang berada di Palung Sakra.

Kerupuk tersebut memang renyah dan menyehatkan karena tidak menggunakan zat aditif dalam hal ini soda yang lumrah dipakai sebagai bahan pengembang kerupuk. Disamping itu untuk kerupuk yang masih kering maupun yang sudah masak dapat bertahan lebih lama.

Baca Juga :


Tertarik dengan produksi kerupuk ini, dapat lansung menghubungi cp: 081 918 308 883 atau  lansung bertanya melalui alamat email penulis.

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan