logoblog

Cari

Tutup Iklan

Puru Timbu Tradisi Tahunan Warga Nggaro Lembo

Puru Timbu Tradisi Tahunan Warga Nggaro Lembo

KIMBOLO—Menjelang bulan Suci Ramadhan (Puasa), ada tradisi tahunan yang dilakukan oleh warga masyarakat di Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kuliner Tradisional

KIM Bolo
Oleh KIM Bolo
08 Mei, 2017 15:01:02
Kuliner Tradisional
Komentar: 0
Dibaca: 4896 Kali

KIMBOLO—Menjelang bulan Suci Ramadhan (Puasa), ada tradisi tahunan yang dilakukan oleh warga masyarakat di Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Tradisi ini yakni  PURU TIMBU atau sebutannya membuat Nasi Lemang.

Di Dusun Nggaro Lembo Desa Rasabou Kecamatan Bolo, bahwa kegiatan PURU TIMBU menjadi tradisi tahunan bagi warga setempat. Biasanya hal itu dilakukan menjelang bulan Ramadhan. Yang lebih menariknya, kegiatan PURU TIMBU ini dilakukan secara bergotong royong—bukan seperti biasa yang kerap dilakukan orang lain sebagai kebutuhan bisnis (dijual).

Adapun kebersamaan PURU TIMBU oleh warga di Dusun Nggarolembo ini, yaitu mengumpulkan bahan bakunya, dan dibuat secara bersama-sama. Kegiatan itu pula sebagai bentuk kebersamaan yang ditunjukan, disamping silaturahmi menjelang datangnya bulan Ramadhan.

Bicara TIMBU atau Nasi Lemang merupakan makanan khas dari Bima dan Dompu. Pada masa lalu, pembuat TIMBU tersebar hampir di seluruh wilayah Bima-Dompu. Dan, wilayah Sila merupakan sentra pembuatan TIMBU ini. Sedangkan di Dompu, hampir merata ke sejumlah wilayah. Karena memang untuk dijual. Namun PURU TIMBU bagi warga di Dusun Nggarolembo, bukan untuk dijual melainkan untuk disantap bersama-sama dan sebagiannya dibagi kepada tetangga.

            Adapun bahan TIMBU ini berasal dari beras ketan, yang direndam selama dua jam atau lebih. Karena semakin lama direndam, semakin cepat pula proses matangnya. Selain beras ketan, disiapkan pula daun pisang muda, seruas bambu dan santan kelapa dengan takaran tergantung selera.  

 

Baca Juga :


Proses pembuatannya—ambil daun pisang yang disiapkan, lalu digulung dan masukan kedalam seruas bambu. Kemudian diisi dengan beras ketan yang sudah direndam tadi. Setelah seruas bamboo tadi teris penuh, masukan santan kelapa sesuai takaran selera. Dan, tutup bagian atas (lobang) seruas bambu dengan ampas kelapa.

Untuk proses matang—kita siapkan arang yang sudah dibakar—dan ambil seruas bambu yang terisi beras ketan lalu dieram didekat arang yang menyala. Untuk mendapatkan hasil TIMBU yang baik, eramkan secara merata hingga matang betul.

Kemudian dalam penyajiannya—TIMBU (Nasi Lemang) ini bisa disantap pada saat hangat maupun dingin. Karena daya tahan (tidak basi) pun bisa beberapa hari selama tidak disentuh langsung dengan tangan. Bisa disantap dengan daging ayam, lagi-lagi ketang hitam yang sudah diproses.(bop)  -03



 
KIM Bolo

KIM Bolo

"Katakan benar apa yang kita lihat meski itu pahit bagi kamu" Nama : Suryadin Alamat : Jl Lintas Sumbawa No.53 Ds Rasabou Kec. Bolo Kab. Bima-NTB. Email : adipradana30@ymail.com Kontak Person: 085-253-323535 Website: www.kimbolo.info

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan