logoblog

Cari

Tutup Iklan

Gegulik Lupis, Penganan Tradisional Sasak

Gegulik Lupis, Penganan Tradisional Sasak

KM. Sukamulia – Masyrakat Sasak Lombok memiliki berbagai jenis sanganan tradisional, salah satu makanan tradisionalnya adalah Gegulik dan Lupis. Gegulik dan

Kuliner Tradisional

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
23 Oktober, 2017 10:28:57
Kuliner Tradisional
Komentar: 0
Dibaca: 8904 Kali

KM. Sukamulia – Masyrakat Sasak Lombok memiliki berbagai jenis sanganan tradisional, salah satu makanan tradisionalnya adalah Gegulik dan Lupis. Gegulik dan Lupis, demikianlah masyarakat Desa Pohgading Timur Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timir menyebut dua jajan tradisional yang termasuk dalam jenis jajan basah ini. Di Desa Pohgading Timiur, sanganan ini bisa didapatkan setiap hari sebab sanganan ini banyak dijajakan di warung-warung kecil dan bahkan di pasar sebab jajan tradisional ini masih cukup digemari oleh warga, lebih-lebih ketika bulan puasa.

Gegulik terbuat dari bahan sagu yang didapatkan dari ubi kayu (Sagu Ambon: Bahasa Sasak). Proses pengolahan saguk untuk menjadi gegulik tidaklah rumit. Sagu Ubi Kayu cukup diberikan air dan diberikan pewarna makanan kemudian dibentuk (diposot: bahasa Sasak) sehingga bentuknya agak loncong. Setelah itu, sagu yang telah dibentuk lonjok sebesar jari kelingking itu dikukus selama satu jam atau lebih. Gegulik dikatakan mateng apabila posturnya sudah kenyal dan warnanya bening. Setelah mateng, Gegulik dikeluarkan dari kukusan (ditiriskan).

Lupis terbuat dari bahan dasar ketan. Proses pembuatan jajan Lupis juga tidaklah begitu rumit. Cara pembuatannya gampang, ketan yang sudah dibersihkan dibungkus dengan daun pisang yang dibentuk menyerupai segi tiga. Ketan yang sudah dibungkus dengan daun pisang itu kemudian dikukus selama satu jam atau lebih. Jajan lupis dikatakan mateng apabilan daun pisang yang menjadi bungkusnya terlihat penuh. Setelah lupis matang maka ia tinggal ditiriskan dan siap untuk dihidangkan.

Di Dusun Sukamulia khususnya dan di Desa Pohgading Timur pada umumnya, Jajan Gegulik dan Lupis biasa disajikan bersama. Untuk menyajikan jajan tersebut, dibutuhkan gula merah yang sudah dimasak dan parutan kelapa yang tidak terlalu tua. Lupis yang sudah dilepas dari bungkusnya disajikan di atas piring bersama dengan Gegulik, setelah itu parutan kelapa dibubuhkan di atasnya. Setelah parutan kelapa dibubuhkan dengan rata dan di atas parutan kelapa itu dibubuhkan cairan gula merah dengan merata. Jajan Gegulik dan Lups-pun siap untuk disantap.

 

Baca Juga :


Jajanan ini lezat loch dan sangat cocok kita santap sebagai sanganan di pagi dan sore hari. Di Dusun Sukamulia sendiri, jajanan ini dijadikan sebagai santapan pagi oleh masyarakat. Setiap harinya, jajanan tradisional ini kami dapatkan di kiosnya Inaq Hurniah dan kios Inaq Muhsirin, dimana kedua orang itulah yang hingga saat ini setia menjual jajanan tradisional tersebut.

_By. Asri The Gila_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan