logoblog

Cari

Tutup Iklan

Dulu Warung Legendaris Itu Buka 24 Jam

Dulu Warung Legendaris Itu Buka 24 Jam

Siapa yang tidak mengenal Nasi Balap Puyung? Yang cabangnya telah dibuka dimana-mana bahkan sekarang nasi balap  puyung buka hingga ke Jakarta.

Kuliner Tradisional

Novita Hidayani
Oleh Novita Hidayani
11 Januari, 2018 14:37:41
Kuliner Tradisional
Komentar: 0
Dibaca: 5569 Kali

Siapa yang tidak mengenal Nasi Balap Puyung? Yang cabangnya telah dibuka dimana-mana bahkan sekarang nasi balap  puyung buka hingga ke Jakarta. Cita rasa pedasnya yang khas membuat kuliner asli Lombok Tengah ini memikat hati banyak masyarakat Lombok yang memang sangat menggemari masakan pedas.

Meski telah banyak yang tahu dan pernah mencobanya, tetapi tak banyak yang pernah mencicipi Nasi Balap Puyung yang asli di tempatnya. Dan saya semalam sangat beruntung bisa merasakannya. Ditemani oleh teman yang orang puyung asli, kami bertiga (saya, teman saya, dan teman yang asli orang puyung) mendatangi warung nasi legendaries itu: Nasi Balap Puyung Inaq Esun.

Karena sampai di sana sekitar pukul 8 malam, saya sempat khawatir warung nasinya tutup atau terlalu ramai. Ma’lum sebagai warung nasi legendaris yang asli, membuat saya berpikir bahwa pelanggannya pasti banyak sekali. Tetapi syukurnya kekhawatiran saya tidak terjadi. Begitu sampai di sana, pelanggannya tidak terlalu banyak dan masih banyak tempat kosong.

“Karena sudah banyak cabangnya jadi tidak terlalu ramai seperti dulu. Dulu kita harus menunggu cukup lama karena biasanya banyak orang pesan berbungkus-bungkus. Kalau bulan puasa harus datang habis ashar kalau gak, gak kebagian,” jelas Iman Sadikin, teman saya yang rumahnya berada tidak terlalu jauh dari warung ini.

Warung Nasi Balap Puyung Inaq Esun ini tidak terletak di pinggir jalan. Letaknya masuk ke dalam pemukiman. Jadi kalau mau datang rombongan menggunakan mobil, anda harus rela memarkir mobilnya di pinggir jalan dan masuk ke dalam.

Begitu masuk ke dalam warung, kita akan disambut dengan suasana yang benar-benar khas perkampungan. Tidak ada kesan modern sama sekali. TVnya yang tidak hitam putih membuat warung ini benar-benar apa adanya. Duduknya pun lesehan dengan meja-meja berwarna hijau muda dan tua.

 

Baca Juga :


“Dulu warung nasi ini buka 24 jam lho. Sekitar awal tahun 1990 kalo gak salah. Di dekat pertminan itu dulu banyak anak muda yang main trek-trekkan, jadi mereka sering makan di sini jam-jam dini hari,” jelas bapak satu anak ini.

Pesanan kami datang tidak terlalu lama setelah kami datang. Seporsi nasi balap puyung terhidang di hadapan kami. Dengan ayam suir pedas dan kacang kedelai, Nasi Balap Puyungnya benar-benar menantang lidah untuk menghabiskannya. Lauknya benar-benar banyak, jadi sebenarnya seporsi Nasi Balap Puyung itu bisa ditambahkan seporsi nasi putih lagi.

“Kalau Nasi Balap Puyung yang lain biasanya keras dan kering, lauknya juga tidak sebanyak di sini,” komentar Rulli, teman saya yang satunya.

Jadi bagaimana? Tidak penasaran mencoba yang asli? Jangan lupa datang ke Puyung ya!



 
Novita Hidayani

Novita Hidayani

email: hidayaninovita@gmail.com facebook: Novita Hidayani twitter: @yfoundme

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan