logoblog

Cari

Tutup Iklan

Deskripsi Kopi Tujak Sajang Sembalun

Deskripsi Kopi Tujak Sajang Sembalun

KM. Sajang Bawak Nao_ Kopi Tujak merupakan kopiyang diproduksi oleh salah satu kelompok tani yang ingin maju bersama, klompok tani ini

Kuliner Tradisional

KM. Sajang Bawak Nao
Oleh KM. Sajang Bawak Nao
10 April, 2018 17:09:29
Kuliner Tradisional
Komentar: 0
Dibaca: 16813 Kali

KM. Sajang Bawak Nao_ Kopi Tujak merupakan kopi yang diproduksi oleh salah satu kelompok tani yang ingin maju bersama, kelompok tani ini menamakan dirinya sebagai kelompok tani Bumi Lestari Desa Sajang Kesamatan Sembalun Lombok, NTB.

Kelompok tani Buni Lestari memproduksi kopi dalam 3 jenis yaitu :

  1. Kopi arabika memiliki banyak varietas, bergantung dari negara, iklim, dan tanah tempat kopi itu ditanam. Kopi yang berasal dari Brasil dan Etiopia ini menguasai 70 persen pasar kopi dunia. Kopi lokal semacam Toraja, Mandailing, maupun kopi luar negeri, seperti Kolumbia dan Brasilia, merupakan beberapa varian kopi arabika. Kopi ini memiliki aroma yang wangi, mirip percampuran bunga dan buah. Hidupnya di daerah yang sejuk dan dingin. Arabika juga mempunyai rasa asam yang tidak dimiliki kopi jenis robusta dan rasa kental saat disesap di mulut.

Berikut ciri-ciri kopi arabika:

Aromanya wangi sedap mirip percampuran bunga dan buah. Hidup di daerah yang sejuk dan dingin.

Memiliki rasa asam yang tidak dimiliki oleh kopi jenis robusta.

Memiliki bodi atau rasa kental saat disesap di mulut.

Rasa kopi arabika lebih mild atau halus.

Kopi arabika juga terkenal pahit.

Ciri-ciri Pohon Arabica:

Lebih susah dipelihara.

Cenderung tumbuh di daratan tinggi (1000m – 2000m).

Jumlah biji kopi yang dihasilkan lebih rendah.

Butuh waktu 9 bulan untuk proses bunga -> buah.

Berbuah di suhu yang lebih dingin

 

Namun, dibandingkan robusta, arabika rasanya lebih ringan. Sementara,kopi robusta agak kalah pamor ketimbang arabika. Kopi ini hanya menguasai 30 persen pasar dunia. Kopi ini tersebar di luar Kolumbia, seperti di Indonesia dan Filipina.

  1. Robusta

Kopi Robusta

Kopi Robusta merupakan keturunan beberapa spesies kopi, terutama Coffea canephora. Tumbuh baik di ketinggian 400-700 m dpl, temperatur 21-24° C dengan bulan kering 3-4 bulan secara berturut-turut dan 3-4 kali hujan kiriman. Kualitas buah lebih rendah dari Arabika dan Liberika.

Menguasai 30% pasar dunia. Kopi ini tersebar di luar Kolumbia, seperti di Indonesia dan Filipina. Sama seperti arabika, kondisi tanah, iklim, dan proses pengemasan kopi ini akan berbeda untuk setiap negara dan menghasilkan rasa yang sedikit banyak juga berbeda.

 

Baca Juga :


Berikut Ciri-ciri kopi robusta:

Memiliki rasa yang lebih seperti cokelat.

Bau yang dihasilkan khas dan manis.

Warnanya bervariasi sesuai dengan cara pengolahan.

Memiliki tekstur yang lebih kasar dari arabika.

Ciri – ciri Pohon Robusta :

Lebih rentan diserang serangga.

Tumbuh di daratan rendah (700 m dpl).

Jumlah biji kopi yang dihasilkan lebih tinggi.

Butuh waktu 10-11 bulan untuk proses bunga -> buah.

Berbuah di suhu udara yang lebih hangat

 

  1. Unggul Biru,Tiga  jenis kopi yang dibuat ini merupakan kopi yang ditanam oleh kelompok tani tersebut. Sehingga untuk mencari kopi yang belum di olah tak perlu membeli karena mereka menanam sendiri di ketinggian 1.000-1.200 MDPL sehingga mereka mendapatkan kualitas rasa yang tidak diragukan lagi.

Nama kopi Tujak tersebut muncul dengan cara diskusi kelompok dan konsultasi dengan pihak pihak tertentu dantaranya pengelola KM. Sajang Bawak Nao dan Kepala Kampung Media NTB, Fairuz Abadi atau yang lebih akrabnya dikenal dengan sebutan “Abu Bongoh”.

Kata Tujak adalah bahasa Sasaq asli Desa Sajang Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur NTB, dimana Tujak sendiri berarti Tumbuk cara untuk penghalusannya kemudian di filter antara yang masih kasar dan yang sudah halus.

Kualitas di tujak atau ditumbuk lebih terasa aroma dan rasa yang melekat dan merakyat sehingga bisa dibilang lebih nikmat.

Kopi Tujak Sajang_Sembalun Lombok Timur NTB ini kini mulai disukai banyak orang mulai dari kalangan masyarakat sampai dengan kalangan pejabat, dari pedagang asongan sampai orang gedongan.

Tak bisa bercerita banyak mengenai kopi tujak ini jika anda mau ceritanya lebih sempurna harus anda coba sendiri



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan