logoblog

Cari

Apem Bajok Nasibmu Kini

Apem Bajok Nasibmu Kini

Tahun 1970-an, Desa Kopang tidak setenar Dusun Bajok. Justru dusun Bajoklah yang membawa desa Kopang menjadi viral kemana-mana. Padahal dusun Bajok

Kuliner Tradisional

Pangkat Ali
Oleh Pangkat Ali
27 Desember, 2018 09:25:03
Kuliner Tradisional
Komentar: 0
Dibaca: 7191 Kali

Tahun 1970-an, Desa Kopang tidak setenar Dusun Bajok. Justru dusun Bajoklah yang membawa desa Kopang menjadi viral kemana-mana. Padahal dusun Bajok merupakan bagian dari Desa Kopang, kecamatan Kopang kabupaten Lombok Tengah ini. Bukannya tak beralasan, karena dusun Bajok kala itu, dikenal dengan kue apemnya, ‘Apem Bajok’.

Di dusun ini, hampir 95 persen warganya menggeluti usaha penganan yang satu ini. Tidak sekedar apem, tapi juga ada prie, abuk, bugis, tain longe, klepon kecrit, crorot, sari muka, pangan dan seabrek nama khas kue basah lainnya. Maklum kala itu, warga Bajok belum banyak, bahkan tidak banyak yang mengenal Pitza Hurt, Hamburger, Dunking Donat, Tart atau juga Bolu. Karena sejatinya, kue kue ini selain berkelas, tetapi juga identitasnya merupakan nama inport dari luar sana. Bahannyapun turut berkelas, termasuk yang mengkonsumsinya. Mereka adalah kaum konglomerat yang nota bene keluar masuk hotel, swalayan dan toko-toko kue secara khusus.

Memang kala itu, apem Bajok merupakan penganan kelas menengan ke bawah. Tapi dari sisi higienis bahan, tidak menggunakan bahan pemanis buatan, campuran borax, pewarna buatan atau bahan-bahan kimia lain yang sering dipakai kebanyakan pengusaha kue sekarang.

Apem Bajok murni terbuat dari bahan-bahan asli alami. Semisal tepung beras, hanya diproses melalui permentasi perendaman beras, ditumbuk menggunakan alu-lenang, diayak dan jadilan tepung. Semua serba manual dan konvensional. Tidak seperti sekarang, tepung banyak diperjual belikan dan tersedia ti took-toko. Semua serba instan, bahkan ada yang menggunakan mesin penggiling alias huller yang bisa saja terkontaminasi bahan berbahaya dari mesin huller.

Apem Bajok sudah banyak yang mengenalnya. Berbicara Kopang, maka orang pun akan terkesima langsung, bagaimana kelezatan apem yang demikian ‘nyalit’ legit itu. Saat bertamu, Apem pasti seperti sesuatu yang harus ada dalam porsi hidangan. Kopi dan tentu Apem, adalah porsi komplit yang dihidangkan tuan rumah. Bahkan testimoni seorang warga bernama Lalu Mahmud, masih ingat kala itu. Bertandang Midang ke dusun Bajok, selalu disuguhi Apem. Kalau tidak apem, pasti ya cerorot, prie atau abuk.

“Saya dulu pernah midang ke dusun Bajok, selama tiga malam saya datang, selalu ada Apem dan kopi sebagai saksi midang malam itu,” kata Lalu Mahmud mengenang masa-masa lajangnya dulu.

 

Baca Juga :


Namun tak bisa dipungkiri, setenar dan sekuat apapun Samson, pasti ada kelemahannya. Demikian pula dengan Apem Bajok yang kini namanya mulai pudar. Pembuatnya pun kini sudah uzur dimakan umur. Mereka tak memiliki ‘next generation’ pembuat Apem lagi. Ataukah mereka para warga Bajok mengakui keunggulan globalisasi yang tengah menggilas. Menggilas dan melibas siapapun juga, termasuk warga Bajok, sang pembuat Apem yang samar-samar, perlahan lalu menghilang bagai ditelan masa.

Nasib para pengusaha Apem kalah saing dengan Dunking Donat, Tart, Bolu, Kukus, Pisang keju, Hamburger, Pitza Hurt dan banyak lagi nama asing yang lain. Semua itu memang keluar dari mulut orang ‘kowok aiq’ orang barat, atau warga lokal yang sok kebarat-baratan. Entahlah!. Kepasrahan itu diekspresikan oleh seorang warga setempat bernama Baiq Ajeng. Dia ingin mencoba kembali memviralkan Apem Bajok. Namun wanita baya ini mengerluh. “Sekarang tidak ada kayu bakar, jangkih (tungku) sebagai sarana pelengkaputama pembuatan kue ape mini,” tutur Baiq Ajeng kala Penulis bertandang ke rumahnya beberapa waktu lalu.

Sekarang, Apen Bajok tinggal kenangan. Hanya tinggal mengenang rasa ‘nyalit’ dan legit di ujung lidah. Tanpa rasa, tanpa nyata, hambar semata……..Apem Bajok, nasibmu kini…..



 
Pangkat Ali

Pangkat Ali

Save Our Gumi Paer...LOMBOK Lalu Pangkat Ali, kesehariannya sebagai ASN -Pejabat Fungsional Pranata Humas Permkab.Lobar. Tinggal di Desa Kopang-Lombok Tengah. CP & WA: 081907941070. Fb: Fotografer Kopang & Eliza Agniya

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 

Komentar Terbanyak

 

image
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan