Lembuak, Desa Bulayak

Sate bulayak adalah satu dari sekian banyak masakan khas daerah Lombok yang disukai karena cita rasa yang luar biasa, sate ini bisa dibuat dari daging sapi, ayam, dan jeroan yang dipotong kecil kecil biasanya dijajakan tempat wisata dipulau Lombok. Ciri khas sate bulayak terletak pada bumbunya yang dibuat dari rempah-rempah sehingga rasanya sangat beda dengan sate pada umumnya serta penyajiannya yang sertai dengan bulayak yang terbuat dari beras yang dibungkus dengan daun kelapa berbentuk memanjang rasanya mirip dengan ketupat namun karena bentuknya memanjang mirip jajanan khas lombok yaitu cerorot.

Adalah sebagian besar warga Desa Lembuak Kecamatan Narmada berprofesi sebagai penjual Sate Bulayak dan hampir disemua tempat wisata yang ada dipulau lombok terdapat pedagang sate bulayak yang kesemuanya berasal dari desa tersebut, menurut Kepala Desa Lembuak Sujasmin, ST bahwa ada sekitar 500 orang warganya menjual masakan tersebut dan mereka menyebar keseluruh tempat wisata yang ada dipulau lombok seperti di Jalan Udayana, Pantai Senggigi, Taman Hutan suranadi dan Sesaot serta masih banyak lagi tempat wisata lainnya. dahulu lanjut Sujasmin, Sate Bulayak hanya bisa didapatkan ditaman Narmada dan sekitarnya namun sekarang masyarakat kami sudah menyebar kesemua tempat wisata di Lombok  Barat dan kota mataram bahkan ada juga yang berjualan ke Lombok utara dan Lombok Tengah.

“Kami sudah menfasilitasi warga kami yang berjualan sate Bulayak antara lain dengan menata rapi mereka ditempat tempat wisata seperti di Taman Narmada, dan ditempat lain seperti Terminal Pasar Narmada, dipinggir pinggir jalan yang ada di desa Lembuak seperti dipinggir Lapangan Umum Narmada telah kami buatkan Lapak secara gratis serta penataannya tidak menggunakan trotoar yang ada sehingga tidak mengganggu pejalan kaki.

Seperti yang dilakukan oleh Yuni 28 tahun warga dusun Lembuak Kebon yang setiap hari menjajakan sate bulayak di sekitar Lapangan Umum Narmada, bersama puluhan pedagang lainnya Yuni mulai membuka lapak dagangannya dari jam 3 sore sampai 10 malam, dalam sehari dia dapat omset rata rata 250.000 rupiah dengan keuntungan bersih sekitar 50.000 – 70.000 rupiah. Ibu dari satu orang anak ini menceritakan bahwa hampir semua warga desa lembuak khususnya dusun Lembuak Kebon berjualan Sate Bulayak diberbagai tempat meski keuntungan yang diperoleh tidak begitu besar bahkan terkadang tidak laku Yuni mengaku senang dan menikmati profesinya sebagai penjual sate bulayak karena pekerjaan ini merupakan warisan dari kedua orang tuanya.

Sate bulayak merupakan masakan asli Lombok yang berasal dari desa lembuak karena menurut pengakuan Yuni dan beberapa orang pedagang lainhya bahwa yang pertama membuat sate bulayak adalah kakek bunyut mereka meski ketika ditanya siapa nama orang pertama yang membuat sate bulayak mereka tidak bisa menjawabnya, namun setiap pedagang sate bulayak ditanya berasal dari mana sate bulayak tersebut? Pasti mereka menjawab dari Desa Lembuak . Untuk teman-teman yang kebetulan datang berkunjung ke Narmada atau Mataram jangan lupa mencoba nikmatnya Sate Bulayak dijamin akan ketagihan dan untuk satu porsi biasanya dihargakan 15.000 Rupiah.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru