Sate Ikan Tanjung Gurih Kaya Gizi

     Makanan dan buah-buahan di Indonesia seringkali tak sekedar menjadi penuntas rasa lapar belaka. Ia kerap menyatu dalam agenda-agenda spiritual keagamaan. Kab. Lombok Utara yang dikenal dengan kecantikan Tiga Gili (pulau): Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air oleh seluruh penjuru dunia tahu kemolekannya. Tiga pulau mungil di Lombok Utara yang menawarkan suguhan terbaik  ‘tropical paradise’: sun, sand, sea. Akan tetapi sekedar mengunjungi destinasi wisata rasanya tidaklah lengkap dengan mencicipi kuliner khas setempat. Kuliner legendaris tiada duanya yaitu Sate Ikan Tanjung.

      Sate ikan tanjung merupakan kuliner khas daerah penduduk setempat di kawasan Tanjung. Sate ikan ini diyakini sebagai makanan asli khas daerah Tanjung. Karenanya, nama “Tanjung” akan terus melekat pada lezatnya sajian kuliner ini. Pada zaman dahulu, sate ikan tanjung disajikan untuk upacara-upacara keagamaan dan pesta perkawinan. Namun, seiring perkembangan zaman, saat ini usaha berdagang sate ikan tanjung dijadikan sebagai salah satu alternatif sumber mata pencaharian bagi sebagian besar warga Lombok Utara khususnya masyarakat tanjung.

     Sebelumnya mungkin anda pernah mendengar dan mencicipi sate ikan saus kacang, sate ikan senapelan, sate ikan tengiri. Namun sate ikan tanjung tidak kalah sedap rasanya khas bumbu rempah-rempah sate yang mirip dengan sate lilit asal bali.

     Untuk bahan dasar utama ikan yang dipergunakan untuk membuat panganan ini adalah ikan cakalang dan laguan. Pada saat-saat tertentu, keberadaan ikan cakalang yang paling sering diproduksi sangat jarang dijumpai di pasaran. Sehingga harga ikan tersebut menjadi mahal yang sulit untuk dijangkau oleh pembuat sate ikan. Maka sebagai alternative lain, digunakan jenis ikan paso ataupun ikan lamoan, yang citarasanya tak jauh berbeda dari ikan cakalang dan lagunan. Bahan dasar ikan tersebut didapatkan langsung dari para nelayan didaerah pesisir pantai yang masih segar dan baik.

     Proses pembuatan sate ikan tanjung ini relatif mudah yaitu pertama-tama, bahan baku daging ikan yang telah dipotong-potong cukup direndam dalam bumbu yang terdiri dari santan, cabai merah, merica, bawang putih, dan rempah-rempah lain. Perendaman ini dilakukan selama kurang lebih semalaman agar bumbu meresap pada bahan dasar daging ikan. Daging ikan yang telah direndam tersebut kemudian ditusuk dengan menggunakan tusukan sate. Setelah itu, sate pun dilumuri dengan bumbu rendamannya. Langkah terakhir, yaitu dengan sate dipanggang di atas bara dari arang batok kelapa.

      Sate ikan tanjung dengan rasa gurih dan kaya gizi dari ikan dan santan yang berpadu dengan nuansa pedas dari merica dan rempah-rempahnya akan sangat terasa. Selain dapat dijadikan sebagai cemilan, kuliner sate ikan tanjung ini pun sangat nikmat apabila disajikan sebagai teman makan nasi atau lontong.

    Kenikmatan sate ikan ini semakin berlipat ganda apabila disantap selagi panas. Karena itu, kebanyakan para pedagang memanggang sate setengah matang dulu, baru kemudian dipanggang kembali ketika ada pembeli yang memesannya.

    Setelah menyantap sate ikan tanjung ini, badan akan terasa bugar, hangat, dan berkeringat. Tak heran, banyak wisatawan yang ketagihan setelah mencoba untuk mencicipi kuliner yang satu ini. Sayangnya, selama ini sate ikan tanjung belum betul-betul dikembangkan secara professional untuk melestarikan kuliner cirri khas daerah. Pemerintah daerah Lombok Utara sendiri merasakan bangga akan produk lokal makanan kuliner khas daerah dan perlu dilestraikan dan dikembangan sebagai aset dalam mengembangkan daerah. () -05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru