Gurihnya Ikan Bakar Batu Kijuk

Lombok Barat, bukan hanya memiliki wisata alam pantai, tambang dan pegunungan saja, tapi juga disuguhkan oleh wisata kuliner berupa ikan bakar. Ikan Bakar di sepanjang jalan Batu Kijuk, desa Sekotong Barat ini, bisa dinikmati dari pagi hingga malam hari. Bagi Anda yang senang memburu kuliner khas, mungkin Ikan Bakar Batu Kijuk mengusir rasa penasaran Anda.

       Seperti halnya daerah lain, urusan wisata kuliner memang tidak ada habisnya. Bagi yang hobi makan, menjelajahi makanan, dimanapun menjadi keasyikan tersendiri. Makanan tak lagi soal rasa, namun tempat pun ikut mempengaruhi selera sekaligus suasana. Itulah, kenapa terkadang Ikan Bakar Batu Kijuk, bisa berbeda rasa bila dinikmati di hotel maupun restoran mewah. Sekali lagi atmosfir, alam terbuka mempengaruhi selera.

            Setelah berlama-lama menjelajahi alam pantai Mekaki, Bangko-Bangko, Telak-elak, Tawun, Batu Kijuk maupun Medang, tentu badan terasa penat dan lelah. Terlebih musim kemarau seperti sekarang ini, suasana hening dan lapar tiba-tiba saja bangkit. Tetapi tak perlu cemas atau bercapek ria mencari tempat makan yang pas dan enak. Disepanjang jalan dusun Batu Kijuk, sudah siap menanti. Di sana sudah disuguhkan berbagai jenis ikan bakar dengan bumbu khas. Bukan hanya itu, nasi, kopi, teh, susu semuanya tersedia.

Ikan bakar juga menyediakan bumbu sambal terasi, sambal tomat atau sambal limau, semuanya sudah siap tersaji. Dari sekian jenis bumbu ini, terserah selera lidah anda, mau yang pedas, sedang atau yang kurang pedas, tinggal pesan sendiri. Sepuluh menit kemudian, ikan bakar pesanan anda sudah siap disantap.

Badan masih terasa penat karena perjalanan yang melelahkan. Tapi tak perlu kuatir, rasa penat akan segera hilang, karena bau asap ikan bakar terus menggoda selera. Terlebih bila sudah mencicipi seporsi ikan bakar lengkap dengan bumbu sambal, kecap dan limau. Menikmati gurihnya ikan Bakar Batu Kijuk ini, akan terasa semakin nikmat bila dinikmati bersama keluarga maupun handai taulan. Apalagi bila anda pasangan muda-mudi, suasana romantis begitu saja tercipta. Rasa lelah dan penat hilang seketika. Kenapa bisa begitu? Ya, sekali lagi atmosfir, alam terbuka yang mempengaruhi selera makan.

Disepanjang jalan Batu Kijuk, sudah tersedia tenda dan lapak-lapak tradisional. Lapak-lapak itu sengaja disediakan untuk lesehan. Di situ khusus menyediakan ikan bakar siap saji. Ada ikan bawel, tenggiri, broneng, pogot, kerapu dan kakap merah maupun putih berbagai ukuran. Semuanya dalam kondisi ikan yang masih segar.  Ukuran paling besar dapat dinikmati hingga 3-4 orang. Ukuran ini dapat dipesan seharga Rp. 50-75 ribu, belum termasuk nasi. Sedangkan ukuran sedang dihargakan Rp.30-40 ribu, begitu pula ikan bakar dengan ukuran kecil, bisa dinikmati dengan harga Rp.15-25 ribu. Semuanya siap disantap, mau yang besar, sedang atau ikan ukuran kecil, tergantung dari isi dompet anda. “Saya buka sampai jam sepuluh malam”, tutur Hasanah si penjual ikan bakar. Ibu paruh baya ini mengaku, menjual ikan bakar dimulai sejak dua tahun silam. Itu berawal dari pasar kaget di dusun Tawun dengan cara jual tradisional.

Setahun kemudian, atas ide keluarganya, Hasanah tidak lagi menjajakan ikan dengan sistim tradisonal, melainkan menjajakan dengan sistim lesehan. “Ini lebih santai, tidak capek-capek ke pasar”, ucapnya bangga. Dengan cara lesehan seperti ini, keuntungan bisa cukup ketimbang menjajakannya ke pasar.

Ikan bakar Batu Kijuk, memang belum setenar Sate Bulayak di Narmada sana. Tapi ke depan, dalam rangka pengembangan pembangunan sektor pariwisata, bisa dipastikan, kuliner ikan bakar Batu Kijuk ini akan menyamai, bahkan melebihi ketenaran Sate Bulayak atau Ayam Taliwang. Bukannya tidak mungkin, incaran para pecinta wisata kuliner selagi jalan-jalan di wilayah Sekotong Barat, akan semakin banyak. Karena ikan bakar dengan bumbu khas Sasak, memberi cita rasa tersendiri. Mak Nyooos rasanya!. Jika anda sekali waktu pernah mencium aroma bumbu ikan bakar yang menggoda selera, tapi rasa yang Anda cicipi, belum tentu senikmat aroma baunya. Tapi lain lagi dengan bumbu ikan bakar Batu Kijuk ini. Baik bumbu, ikan dan nasi, rasa maupun aromanya berpadu dalam satu kenikmatan. Antara aroma dan rasa, memang pas berpadu. Ini terbukti, ketika Penulis, sekali waktu mampir menikmati ikan bakar khas Batu Kijuk ini. Mungkin karena kelebihan inilah yang memotivasi penikmat wisata kuliner, mereka akan terus menikmati kegurihan ikan bakar Batu Kijuk.

Ikan bakar Batu Kijuk, mau dimakan secara lesehan di tempat, atau mau dibawa pulang? Sama enaknya. Namun, kalau dinikmati ditempat asalnya yakni Batu Kijuk, dijamin lebih memuaskan, masih segar, hangat , berpadu dengan kehangatan atmosfir, alam Batu Kijuk yang tertata, tanpa menghilangkan ketradisionalannya.

Menjelajahi makanan dimanapun berada, memang menjadi keasyikan tersendiri. Apalagi nuansa yang disuguhkan tidak cuma sekedar cita rasa yang tinggi. Tapi lebih dari itu, suguhan wisata alam, bahari, budaya dan wisata keluarga, merupakan paket wisata ke Sekotong Barat. Jika sekali waktu pergi ke Sekotong, maka tidak akan pernah lupa, mampir menikmati kegurihan ikan bakar Batu Kijuk ini. Semoga!

 

Catatan: Jarak Batu Kijuk dari Mataram sekitar 45 Km. Bisa ditempuh dengan kendaraan roda 4 dengan waktu sekitar 1 jam, demkian juga dengan menggunakan kendaraan roda 2 dengan daya tempuh sekitar 2 jam. Bisa juga ditempuh dengan menggunakan speedboat dari Pelabuhan Lembar. Waktu yang ditempuh sekitar 30 menit. () -03

  

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru