Mengenal Nasi Kaput

Nasi kaput merupakan sajian makanan pertama yang saya kenal di Lombok. Beberapa tahun silam, waktu itu sekitar 5 jam setelah menginjakkan kaki di Tanah Lombok, yaitu tepatnya di Hotel Erina Selong-Lombok Timur, seorang teman menyiapkan makanan berupa nasi yang dibungkus pakai kertas tebal berwarna coklat. “Loh, kok nasi bungkus yang diberikan, emangnya pedagang nasi Lombok pakai bungkusan,” tandas saya.”Udah, diam aja, lain kampung lain adat,” kata teman mendiamkan saya.


Selang beberapa hari saya menginjakkan kaki di Lombok Timur, saya sudah mulai melangkahkan kaki di beberapa tiik tujuan. Tersebar kedai kopi dan nasi bungkus di sudut-sudut jalan. Saya berpikir bahwa inilah salah satu kebiasaan atau tradisi orang Lombok dalam berbisnis nasi kepada insan lain, yaitu dengan bedagang nasi bungkus, namun orang Lombok menyebutnya nasi kaput.

Nasi Kaput adalah nasi bungkus khas Lombok Timur yang berbentuk kerucut. Jenis nasi dagang ini kerap kali kita jumpai di waktu pagi ketika berkunjung di Lombok Timur. Harganya pun tergolong murah, yaitu antara 3.000 rupiah hingga 5.000 rupiah.

Kedai nasi kaput di Lombok Timur biasanya dibuka pada jam 06:15 - 09:30, berarti sajian ini lebih dikhususkan untuk sarapan pagi. Olehnya itu, bila ingin menikmati sarapan pagi dengan nasi kaput sebaiknya lebih cepat datang biar tidak kehabisan.

Nasi Kaput sebenarnya sama dengan nasi balap dari ombok Tengah yang terbungkus dari daun pisang. Hanya yang membedakan adalah isi atau lauknya. Pada nasi kaput di jumpai ayam, atau telur dan atau ikan. Untuk menambah selera makan, di dalam nasi kaput ini dilengkapi dengan serundeng, kedelai goreng, sambal pedas yang mencirikan masakah dari Lombok. Selain itu, para pedagang biasanya menyiapkan sayur kacang panjang dengan gratis. Namun biasanya pedagang nasi kaput memberi tanda berupa tulisan pada setiap bungkusan nasi kaput. Tanda ini adalah untuk membedakan isian nasi kaput, misalnya nasi kaput ayam diberi tulisan huruf A, Telur dengan huruf T, Ikan dengan huruf I, dan Daging dengan huruf D.

Nasi Kaput juga menjadi inceran bagi pegawai kantoran. Ada banyak pegawai kantoran di Lombok Timur yang berbekal nasi kaput ke kantor. Apalagi pasangan suami-isteri yang kedua-duanya kerja di kantor. []

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru