Makan Beralaskan Daun Pisang, Begitu Nikmat.

Kim oi Talaga, Warisan kuliner turun temurun dari leluhur, berupa kelezatan masakan yang masih bisa kita santap, Tradisi  makan nasi dan lauk pauk bersama-sama dengan kudepan yang di sajikan di atas lembaran daun pisang. 

Hampir disetiap daerah memiliki tradisi seperti ini, di Kota Bima di namakan Ngaha lama kai ro, o kalo (makan beralaskan daun pisang) saat-saat ini lagi tren di jaman milenial ini, masyarakat kembali melanda mengkonsumsi nasi secara Tradisional beralaskan daun pisang dengan cara memanjang dan di santap bersama-sama. 

Biasanya tak ada piring dan sendok garpu, kalaupun ada hanya di gunakan untuk mengambil lauk atau nasi untuk di sajikan di atas daun pisang, sebagai piringnya di gunakan lembaran daun pisang tersebut. Setelah nasi dan lauk pauknya di taruh di atas daun pisang masing-masing,maka tangan-tanganlah yang berfungsi sebagai sendok. 

"Yang lagi tren sekarang adalah makan bersama-sama di atas meja panjang atau di bawah lantai kemudian lauk pauknya disajikan di atas daun pisang, begitu nikmak seperti makan direstoran yang mewah. Ucap Haerun saat makan bareng di rumah putra dan wati kelurahan Ntobo. Malam minggu (4/5/2019)

Kemudian sumiati menuturkan" Makan seperti ini memang bagus merupakan bentuk kebersamaan, memperkuat tali persaudaraan serta memberikan sensasi tersendiri. Ucapnya. 

Menambahkan"Bisa jadi kebiasaan menyajikan makanan beralaskan daun pisang, menghadirkan aroma dan rasa yang begitu khas, cara tradisional ini memang praktis di lakukan masyarakat Daerah Bima dan Daerah lainya. Tutupnya. (Arifin) 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru